Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya
Cara Membuat Surat Perjanjian Kerja Sama dan Contohnya | TopKarir.com

 

Surat perjanjian kerjasama adalah surat klausul atau ketentuan khusus yang dibuat sebagai kesepakatan tertulis antara dua atau lebih pihak yang berhubungan. Perjanjian kerja sama atau yang juga dikenal dengan Memorandum of Understanding (MoU) berisi perihal hak dan kewajiban para pihak terkait yang telah disetujui bersama dan bersifat mengikat.

 

MoU atau surat perjanjian kerjasama memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjelaskan bahwa pihak bersangkutan yang tercantum dalam dokumen adalah pihak yang mampu memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan. 

 

Baca juga: Hindari 5 Kesalahan Fatal ini Saat Mengirim Email Lamaran Kerja

 

Secara umum, surat perjanjian akan memiliki fungsi sebagai bukti tertulis yang menjamin keamanan bagi semua pihak, berfungsi sebagai surat yang mendeskripsikan hak dan kewajiban, mengurangi risiko hingga sebagai acuan penyelesaian ketika terjadi masalah.

Lantas bagaimana cara membuat surat perjanjian kerjasama? Berikut ulasannya lengkap dengan contoh.

 

Baca juga: Cara Membuat CV yang Bikin HRD Jatuh Hati

 

Jenis Surat Perjanjian Kerjasama atau MoU

 

Sebelum membuat surat perjanjian, Anda perlu tahu jenis dari MoU yang biasa digunakan, yaitu:

  • Surat perjanjian autentik: surat ini biasanya dibuat, dihadiri, atau diketahui oleh pejabat pemerintah yang berperan sebagai saksi
  • Surat perjanjian di bawah tangan: surat perjanjian dibuat tanpa menghadirkan saksi atau tanda bukti dari pemerintah. 

Surat perjanjian kerjasama yang baik dan benar

Surat perjanjian yang sah dan benar memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Ada judul kontrak yang ditulis dengan singkat, jelas dan padat
  • Identitas pihak yang bersangkutan dicantumkan dengan jelas
  • Latar belakang perjanjian ditulis dengan jelas
  • Jelaskan mekanisme penyelesaian masalah yang terjadi dalam sengketa
  • Memiliki tanda tangan dari seluruh pihak yang terkait
  • Surat perjanjian digandakan sesuai kebutuhan

 

Baca juga: 4 Tahap Menulis Email Pengajuan Magang

 

Contoh Surat Perjanjian Kerjasama

 

SURAT PERJANJIAN KERJASAMA

 

Yang bertanda tangan di bawah ini:

 

Nama: 

Alamat: 

Selanjutnya disebut sebagai pihak pertama

 

Nama: 

Alamat : 

Selanjutnya disebut sebagai pihak kedua

 

Untuk selanjutnya antara pihak pertama dan kedua memiliki perjanjian kerjasama dengan ketentuan sebagai berikut:

 

Pihak pertama menitipkan barangnya pada pihak kedua dengan sistem konsinyasi. Pihak kedua mendapatkan 10%dari omzet penjualan barang titipan pihak pertama.

 

Jumlah maksimal penitipan barang yang dilakukan pihak pertama kepada pihak kedua adalah 100 pieces untuk setiap desainnya.

 

Pendisdissian barang untuk area Bandung dan sekitarnya diatur oleh pihak kedua.

 

Pihak pertama akan membantu promosi pihak kedua, begitu juga sebaliknya.

 

Pihak kedua melaporkan hasil penjualan kepada pihak pertama setiap bulannya, di awal bulan berikutnya disertai dengan penyerahan laba sebesar 90%dari omzet penjualan barang di tangan pihak pertama kepada pihak kedua.

 

Demikian perjanjian kerjasama ini kami buat untuk menjadi ikatan di antara kami.

 

Segala hal yang belum termuat pada perjanjian ini, dibicarakan bersama antara pihak pertama dan pihak kedua untuk mencapai mufakat di kemudian hari dan otomatis menjadi addendum pada perjanjian ini.

 

Perjanjian ini Kami buat secara penuh kesadaran dan tanpa paksaan dari manapun.

 

Jika Terjadi perselisihan pada pelaksanaan perjanjian ini, maka kami sepakat menyelesaikannya dengan cara kekeluargaan dan musyawarah.

 

Namun, jika ada kesalahpahaman atau masalah yang terjadi selama proses berlangsung, maka kami sepakat menyelesaikan secara hukum

 

Jakarta, 26 Agustus 2021.

 

Pihak Pertama                                                                Pihak Kedua,

 

(nama jelas)                                                                            (nama jelas)

 

Hal yang perlu Anda perhatikan dalam membuat surat perjanjian kerjasama adalah perlu adanya tanda tangan di atas materai yang menjadi dasar aturan secara hukum. Surat perjanjian juga harus dibuat tanpa adanya paksaan apapun. Selain itu, isi surat perjanjian haruslah ditulis secara jelas dan mudah dimengerti. Selain itu, surat perjanjian kerjasama harus dibuat secara sadar dan patuh pada Undang-Undang.

 

Selain seputar surat perjanjian, temukan juga berbagai tips HRD lainnya di sini


Artikel Lainnya...
Komentar
Login terlebih dahulu jika ingin meninggalkan komentar.