Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan
Memahami Exit Interview Sebagai Sarana Evaluasi Perusahaan | TopKarir.com

Exit interview atau wawancara keluar didefinisikan sebagai bentuk wawancara yang dilakukan pada karyawan yang ingin keluar atau berhenti bekerja di perusahaan. Tidak banyak perusahaan yang melakukan sistem ini, tapi sejatinya Exit Interview punya dampak yang besar bagi  perusahaan. Karyawan yang memutuskan untuk resign pasti sudah mengenal kekurangan dan kelebihan yang dimiliki perusahaan Anda selama bekerja. Menyelami informasi dari sudut pandang karyawan dalam proses exit interview dilakukan sebagai salah satu cara melakukan evaluasi dan memperbaiki sistem yang berlaku di perusahaan Anda. Tapi perlu diingat bahwa exit interview tidak bertujuan untuk mengizinkan atau tidaknya karyawan keluar. Melihat manfaat dari exit interview, pahami lebih dalam metode wawancara ini.

 

Tujuan Exit Interview

Alasan beberapa perusahaan yang tidak melakukan exit interview salah satunya adalah sulit bekerja sama dengan karyawan yang keluar karena rasa kecewa terhadap perusahaan. Namun jika kasus turnover karyawan tinggi di perusahaan Anda, exit interview harus segera dilakukan untuk menggali penyebab karyawan memutuskan hubungan kerja dan memperbaiki sistem yang dianggap kurang memuaskan. Masalah kecil yang tidak diketahui dan terjadi di lingkup perusahaan Anda bisa jadi masalah besar jika tidak segera dicari jalan keluarnya.

 

Dengan exit interview, Anda akan memahami perspektif baru dari sisi karyawan yang selama ini tidak diketahui, membuka ruang untuk menyampaikan saran demi perbaikan sistem, manajemen karyawan sampai fasilitas. Sebagai HR Anda juga dapat menemukan syarat rekrutmen baru untuk menemukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan adanya exit interview adalah menekan angka turnover tinggi di kemudian hari.

 

Panduan pertanyaan yang sering diajukan

Berikut beberapa pertanyaan yang diajukan pada saat exit interview :

  1. Apa alasan Anda resign?
  2. Apa yang tidak anda suka dari perusahaan ini?
  3. Apakah perusahaan Kami berhasil membantu Anda berkembang?
  4. Bagaimana hubungan Anda dengan atasan dan rekan kerja saat ini?
  5. Apa suka dan duka selama bekerja di perusahaan ini?

 

Sebagai metode mempertahankan karyawan terbaik

Sesi exit interview bisa menjadi sarana mempertahankan karyawan yang punya kontribusi besar bagi perusahaan. Tentu Anda tidak ingin melepaskan karyawan itu dengan mudah bukan? Biasanya perusahaan memberikan pertanyaan “Apa yang bisa kami lakukan untuk mempertahankan Anda di perusahaan ini?” Bahkan Anda bisa mengajukan penawaran kenaikan jabatan atau gaji untuk karyawan tersebut supaya ia mau mengurungkan niat keluar dari perusahaan Anda. Tapi perlu diingat kembali, bahwa Anda tidak bisa memaksakan kehendak untuk segala keputusan yang diambil karyawan.

 

Temukan kandidat muda terbaik untuk bergabung di perusahaan Anda bersama TopKarir, hubungi kami di sini. Tips-tips seputar dunia HR lainnya bisa Anda temukan di Ruang HR TopKarir.

 


Artikel Lainnya...
Komentar
Login terlebih dahulu jika ingin meninggalkan komentar.