Work Life Balance : Karena Hidup Nggak Melulu Soal Kerja
Work Life Balance : Karena Hidup Nggak Melulu Soal Kerja | TopKarir.com

Bekerja bak menjadi sebuah kewajiban bagi mereka yang sudah memasuki usia kerja, apalagi kalau bukan untuk memenuhi kebutuhan hidup saat ini dan di masa yang akan datang. Namun kesibukan kerja, padatnya jadwal pekerjaan bisa menjadi beban yang mengurangi kebahagiaan. Toh nyatanya, dalam hidup yang kita lakukan nggak cuma kerja, ya kan? Banyak hal lain yang juga butuh perhatian, seperti keluarga, kesehatan, kehidupan sosial. Semua harus kita penuhi untuk menjalankan hidup sebagai manusia dengan segala kebutuhannya, bukan cuma soal mengisi perut lho ya. Hati dan pikiran juga butuh asupan.

 

Zig Ziglar seorang motivator dan penulis mengatakan bahwa ia percaya menjadi orang yang sukses, suksesnya itu harus seimbang di semua aspek dalam kehidupan. Kamu nggak bisa dikatakan sukses dalam bisnis kalau kehidupan di rumahmu saja berantakan.

 

Melakukan pekerjaan setiap hari bisa sangat menguras energi dan menimbulkan stres, nggak jarang kita melupakan aspek lain dalam hidup karena terlalu fokus mengejar karir. Memang bukan hal yang gampang menyeimbangkan kehidupan personal dan profesional, tapi bukan berarti mustahil dilakukan. Work life balance akan bermakna berbeda tiap individu, dilansir Forbes, para pakar kesehatan dan karir merangkum beberapa tips untuk membantu kamu menyeimbangkan kehidupan personal dan karir yang tepat.

 

Lupakan sifat perfeksionis

Untuk menghindari burn out atau kelelahan akibat tanggung jawab pekerjaan, hal yang kamu lakukan adalah menghilangkan sifat perfeksionis. Banyak orang berprestasi yang menerapkan prinsip perfeksionis di usia muda, sebab pada saat itu tuntutan yang dimiliki hanya sebatas kegiatan sekolah, hobi atau pekerjaan setelah pulang sekolah. Tapi semakin dewasa kehidupan akan semakin rumit, ketika kamu harus mulai bekerja, kebutuhan hidup keluarga semakin banyak, tanggung jawab kamu jadi makin besar.

 

Marilyn Puder-York, PhD, penulis The Office Survival Guide mengatakan “Ketika kehidupan sudah makin meluas, akan semakin sulit baik untuk neurologis dan psikologis untuk menjaga kebiasaan perfeksionis itu” ia juga menambahkan pilihan terbaik adalah berusaha bukan untuk menjadi sempurna tapi untuk menjadi unggul.

 

Maksimalkan setiap waktu yang tersedia

Teknologi memang mempermudah kita mengerjakan pekerjaan, tapi dengan teknologi pekerjaan kapan saja bisa datang karena akses yang nggak terbatas. “Ada waktu dimana kamu harus mematikan ponsel dan menikmati momen yang ada” ujar Robert Brooks, a professor of psychology at Harvard Medical School.

 

Jangan biarkan pekerjaan mengganggu waktumu berkumpul dengan keluarga, begitu pula sebaliknya. Dengan siapa kamu saat itu, maksimalkan waktu bersama sebaik mungkin. Kalau kamu terus merespon pekerjaan di luar jam kerja, kamu akan rentan terkena stres. 

 

Berolahraga dan meditasi

Olahraga merupakan kegiatan yang efektif untuk meredam stres. Kegiatan ini akan memompa endorphin yang membuat tubuh terasa lebih baik dan bisa ningkatin mood kamu.Puder-York menyarankan sempatkan waktu setiap minggu untuk merawat diri dengan berolahraga, yoga atau meditasi. Atau kalau kamu nggak punya banyak waktu sempatkan untuk melakukan olahraga ringan, melatih pernapasan saat perjalanan kerja, atau meditasi setidaknya 5 menit.

 

Buat batasan waktu beraktivitas

Pertama, kamu harus mengenal apa yang menjadi prioritas dalam hidup kamu. Daftar prioritas akan sangat berbeda setiap orang, jadi pastikan ini benar-benar mencerminkan prioritas kamu. Selanjutnya buat batasan, siapa saja orang-orang yang penting dalam hidup kamu untuk nantinya kamu akan banyak menghabiskan waktu dengan mereka. Kegiatan apa yang menjadi prioritas saat ini? Dengan begitu kamu akan tahu apa yang harus kamu kerjakan dan seberapa besar usaha yang harus kamu kerahkan untuk melakukannya.

 

Lakukan dari hal kecil

Sama halnya dengan keinginan diet yang gagal, atau resolusi tahunan yang selalu berhenti di bulan-bulan awal. Kalau kamu memulai work life balance dengan mengubah kebiasaan secara drastis dan cepat, semua akan gagal. Misalnya kalau kamu menghabiskan waktu di tempat kerja selama seminggu penuh sampai nggak ada waktu untuk keluarga, coba mulai menyisihkan waktu satu malam untuk makan bersama keluargamu, nggak perlu memaksanya setiap hari. Jadi mulailah dari hal-hal kecil untuk mengubah rutinitas hidupmu, karena berawal dari hal kecil itu kamu akan sukses menerapkan work life balance.



Itu tadi 5 tips menerapkan prinsip work life balance yang kalau sukses akan membawamu pada kebahagiaan hidup dan terhindar dari stres. Yuk temukan tips-tips dan informasi seputar karir lainnya di aplikasi TopKarir. Download aplikasinya di Play Store dan App Store sekarang ya!


Artikel Lainnya...
Komentar
Login terlebih dahulu jika ingin meninggalkan komentar.